Sejarah "Mein Kampf"


Mein Kampf, yang dalam bahasa Indonesia berarti "Perjuanganku" adalah sebuah buku yang ditulis oleh Adolf Hitler, dimana buku tersebut berisi manifesto politik dan juga curahan hatinya. Mein Kampf ditulis saat Adolf Hitler mendekam di penjara Landsberg. Hitler dipenjara karena terlibat kudeta terhadap pemerintah Jerman atau yang lebih dikenal dengan peristiwa "Beer Hall Putsch". Judul Mein Kampf diusulkan oleh Max Amann, seorang kepala badan penerbitan milik Nazi. Sebelumnya Adolf Hitler berencana memberi judul bukunya "Viereinhalb Jahre (des Kampfes) gegen Lüge, Dummheit und Feigheit". Mein Kampf akhirnya terbit pada 18 Juli 1925.

Mein Kampf edisi pertama diketik oleh Emil Maurice, salah satu pemimpin Nazi yang juga ikut mendirikan Schutzstaffel (SS), sementara edisi kedua diketik oleh Rudolf Hess, wakil Adolf Hitler di partai. Buku Mein Kampf berisi mulai dari kisah masa kecil, masa muda, pandangannya terhadap yahudi, hingga cikal bakal dirinya sebagai seorang ultranasionalis dan gagasan membentuk Jerman Raya yang didasari Lebensraum (ruang hidup).

Lebensraum adalah istilah yang diciptakan oleh Friedrich Ratzel, seorang ahli geografi dari Jerman. Lebensraum membahas bagaimana migrasi menjadi sebuah faktor penting sekaligus alamiah bagi perkembangan tiap spesies, termasuk manusia. Dengan menjadi negara penakluk, maka upaya ekspansional demi kelestarian ras Arya dapat berjalan dengan benar. Adolf Hitler meyakini bahwa rakyat Jerman butuh Lebensraum untuk mengembalikan kejayaan dan ruang tersebut harus didirikan di Eropa Timur.

Tapi sebenarnya dalam Mein Kampf, Hitler menganggap Yahudi itu berbahaya dan menjadi penyebab kesengsaraan rakyat Jerman. Oleh karena itu kemudian Hitler membuat kebijakan genosida, yang membuat jutaan kaum Yahudi tewas.

0 Comments